BTemplates.com

Selamat Datang Di Website Majelis Al-Badar, Komunitas Online Para Pecinta Rasulullah...

Kamis, 26 Oktober 2017

Terlepas Dari Sifat Kufur dan Nifaq Dengan "Bismillah"


Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ كُتِبَ مِنَ الْأَبْرَار (اي من الصادقين)، وَبَرِئَ مِنَ الْكُـفْرِ وَالنِّـفُاقِ

"Barang siapa (selalu) mengucapkan bismillahir-rahmanir-rahim, maka orang tersebut tercatat sebagai orang-orang yang baik (yaitu, orang-orang yang sunguh bakti kepada Allah dan Rasul-Nya), dan terlepas dari sifat KUFUR dan NIFAQ".

[Kitab Lubabul Hadits - Bab Ke 3 Fi fadhilati bismillahir-rahmanir-rahim, Karya Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuti]

Apa itu "KUFUR" dan "NIFAQ"?

KUFUR: membangkang (jawa: ngeyel), tak beriman (jawa: gak ngandel), dengan apa yang menjadi Rukun Iman yang enam (Allah, Malaikat, Para Rasul, Kitab-kitab Allah, Hari Akhirat, Qodho' (kepastian) dan Qadar (Kuasa) Allah. KUFUR adalah sifatnya dan pelakunya dinamakan KAFIR.

NIFAQ: yang bermuka dua, lahir (baik) dan batin tidak sama (pengecut). Jika bersama orang-orang yang beriman, ngaji, jam'iyah, majelis ilmu dan lain-lain ia seakan-akan ikut beriman. Tapi jika ia bersama orang-orang yang durhaka kepada Allah dan Rasulnya, ahli maksiat, anti syari'at, anti islam, ia ikut-ikutan seperti itu, ikut-ikutan menyudutkan, mengolok-olok, mengkriminalisai orang-orang yang teguh dalam beriman, aktifis kebaikan, aktifis dakwah, aktifis majelis ilmu dan lain-lain, na'udzu billahi min dzalik...

Hal ini selaras dengan firman Allah:

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻟَﻘُﻮﺍ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺁﻣَﻨَّﺎ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺧَﻠَﻮْﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺷَﻴَﺎﻃِﻴﻨِﻬِﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺇِﻧَّﺎ ﻣَﻌَﻜُﻢْ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻣُﺴْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﻥَ

"dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok". [Al-Baqarah, ayat: 15]

Demikian, NIFAQ itu adalah sifatnyanya dan pelakunya dinamakan MUNAFIQ

Lalu, bagaimana dengan diri kita?, dosa apa yang membuat lidah kita begitu berat, keluh (jawa: pelat) menyebut nama Allah (bismillah)?, oleh karena itu paksa dan gempur lah kerak-kerak dosa yang bersemayam dalam jiwa dan raga kita dengan memperbanyak menyebut nama Allah (bismillah) sampai berguguran dosa-dosa kita, sehingga dengan kasih sayang Allah (ar-Rahman ar-Rahim) kita menjadi ringan untuk berbuat kebaikan, tak malas mendirikan shalat, giat menghadiri majelis-majelis ilmu, ikhlas beramal, rela berjuang di jalan Allah dengan jiwa raga ,dan merasa cinta terhadap sunnah-sunnah yang diajarkan oleh sang idola kita Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam.

Begitu agung dan luhur kalimat bismillah ini, sampai Rasul bersabda seperti demikian. Hanya sekedar selalu membiasakan mengucapkan saja kita akan menjadi orang baik dalam pandangan kasih sayang Allah dan Rasul-Nya dan terlepaskan dari sifat "kufur" dan "nifaq", dan tentunya dalam akhir kehidupan di pastikan Husnul Khatimah dan bahkan setelah kita wafat senantiasa di kawal dengan kasih sayang Allah ar-Rahman ar-Rahim dan syafa'atnya Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam, sehingga kita lolos dari dahysatnya sakaratul maut, adzab kubur, yaumul mahsyar, hisab, mizan, shirath, neraka, dan akhirnya kita mengalami perjumpaan dengan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang...

اللَّهُـمَّ ارْزُقْـنَا النَّـظَرَ إِلَى وَجْهِـكَ الْكَـرِيْم

Allahummar zuqna annadhara ila wajhikal kariim

"Ya Allah Anugerahkan kepada kami kelak dapat memandang Dzat-Mu Yang Maha Indah".

Aamiiin....

Demikian kutipan kajian majelis rutinan "Ratib Al-Haddad" pada hari Ahad 22 Oktober 2017 di "Majelis Al-Badar" Ds. Bareng Krajan Rt 04 Rw 02, Krian, Sidoarjo.

Oleh: H. Muhammad Husni Al-Qurtubi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf, jika anda berkomentar tolong sertakan nama dan alamat apabila anda pakai "anonymous" (tanpa identitas), terima kasih...