BTemplates.com

Selamat Datang Di Website Majelis Al-Badar, Komunitas Online Para Pecinta Rasulullah...

Kamis, 11 Maret 2021

Hikmah Dari Isro' Wal Mi'roj

Sebagaimana kisah yang telah masyhur, pada bulan Rajab juga terdapat peristiwa ajaib dan mengagumkan, berupa isro’ wal mi’roj, perjalanan nabi dari Masjidil Haram sampai Masjidil Aqsho kemudian menuju Sidrotul Muntaha. Berikut beberapa kisah yang dapat kita petik dari cerita Isro’ dan Mi’roj tersebut. 

Pertama, Isro’ dan Mi’roj adalah perkara yang haq karena shorih (sangat jelas) disebutkan dalam Al-Qur’an, sebuah kejadian yang pasti terjadi, pasti benar, tak ada keraguan sama sekali meskipun tak dapat di jangkau akal manusia. Semua hal aneh ini terjadi dalam rangka menguji dan mengukur keimanan seseorang, sebab manusia tersesat adalah orang yang hanya mengukur sebuah kebenaran hanya bersandar pada akal semata. Kita harus menghindari arus pemikiran yang hanya membanggakan akal dengan mengesampingkan kekuatan Allah.

Karena tidak mustahil jika pola pikir demikian dilestarikan, maka akan menjadikan ajaran agama yang tidak cocok dengan akal akan ditolak dan di ingkari, na’udzubillahi min dzalik... 

Padahal model demikian adalah cara pandang iblis. Iblis itu di sifati dengan

ِأَوَّلُ مَنْ قَاسَ الدِّيْنَ بِرَأْيِه 

"makhluk yang pertama kali mengukur kebenaran agama dengan akalnya sendiri". 

Kedua, Sebelum Nabi Muhammad menghadap Allah (mi’roj), beliau di bedah dadanya, dibersihkan hatinya meskipun hati Nabi sebenarnya sudah pasti bersih karena beliau ma’shum (suci dari dosa). Sebagaimana yang ditulis pengarang Maulid Simtud Duror, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi: 

وَمَا أَخْرَجَ الْأَمْلَاكُ مِنْ قَلْبِهِ أَذَى وَلَكِنَّهُمْ زَادُوْهُ طُهْرًا عَلَى طُهْرٍ 
 
Malaikat tidak menghilangkan kotoran dari hati Nabi, tetapi agar hati yang suci semakin menjadi suci”. 

Pembersiahan hati ini dilakukan sebelum Rasulullah menerima tugas shalat lima waktu. Ini juga pelajaran bagi kita sebagai umatnya yang banyak dosa bahwa saat akan menghadap Allah hendaknya lebih dahulu kita sucikan hati kita masing-masing. Maksudnya, apabila kita shalat harus dimulai dengan hati yang suci, khusyu’ tidak memikirkan bab dunia. 

Sampai-sampai Allah berfirman menggunakan lafadz أَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ "dirikanlah sholat" bukan اِفْعَلُوْا الصَّلَاةَ "kerjakanlah sholat", kata "dirikanlah" tidak sama dengan "kerjakanlah". Kalau "mengerjakan sholat" yang penting melakukan syarat dan rukun shalat sudah disebut mengerjakan sholat

Tetapi "mendirikan sholat" yang maknanya adalah: 

اِتْيَانُ الصَّلَاةِ بِحُقُوْقِهَا الظَّاهِرَةِ وَ حُقُوْقِهَا الْبَاِطَنَة 

"Melaksanakan sholat dengan menjalankan syarat-rukun sholat yang dhohir dan syarat-rukun shalat yang batin (yaitu khusyu’)".

Lalu bagaimana agar dapat melaksanakan sholat dengan khusyu’?

Imam Hatim Al-Ashom ditanya: 
 
كَيْفَ تَخْشَعُ فِيْ صَلَاتِكَ؟ 

"Bagaimana engkau dapat khusyu’ dalam shalatmu?

Maka ia menjawab:  

أَقُوْمُ وَ أُكَبِّرُ لِلصَّلَاةِ وَ أَتَخَيَّلُ الْكَعْبَةَ أَمَامَ عَيْنِيْ وَالصِّرَاطَ تَحْتَ قَدَمِيْ وَالْجَنَّةَ عَنْ يَمِيْنِيْ وَالنَّارَ عَنْ شِمَالِيْ وَمَلَكَ الْمَوْتِ وَراَئِيْ

"Aku berdiri dan bertakbir untuk sholat dan membayangkan Ka’bah ada di depan mataku, dan aku membayangkan Shiroth di bawah telapak kakiku, surga ada di sebelah kananku, neraka ada di sebelah kiriku dan malaikat maut ada di belakangku". 

Dengan keterangan tadi, kita semua dapat memahami bahwa sholat yang dimaksud dalam Al-Qur’an yang 

 تَنْهَىْ عَنِ الْفَخْشَاِء وَالمنْكَرِ 

"dapat mencegah perbuatan keji dan munkar". itu bukan shalat biasa, tidak hanya "mengerjakan" namun harus "mendirikan", yaitu shalat yang benar-benar khusyu’, hati suci dan hudhur (hadirnya hati dalam menghadap Allah). 

Semoga kita semua, keluarga, teman-teman, anak keturunan dari kita dapat menjadi semakin baik, dimudahkan dalam melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, serta mendapat ridho-Nya dan akhirnya masuk surga-Nya. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf, jika anda berkomentar tolong sertakan nama dan alamat apabila anda pakai "anonymous" (tanpa identitas), terima kasih...